Sumber: Dokumen Pribadi
Mahasiswa Program Studi Tadris Fisika Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram menunjukkan prestasi luar biasa dalam pameran karya inovatif mereka sebagai bagian dari syarat kelulusan mata kuliah Pendidikan Teknologi Dasar (PTD). Pameran ini diadakan sebagai bentuk aplikasi praktis dari konsep-konsep fisika yang sulit dipahami secara teori.
Dalam pengampuan mata kuliah oleh Dosen Muhammad Wahyudi M.Pd, mahasiswa diarahkan untuk menciptakan alat atau karya yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuannya adalah untuk mempermudah pemahaman siswa terhadap konsep fisika yang kompleks dan sulit dipahami hanya dengan teori.
Salah satu proyek yang mencuri perhatian adalah "Alat Peraga Gerak Parabola Sederhana" yang dikembangkan oleh kelompok 1, Juliana Marsena dan Yuni Mirayanti. Alat ini dirancang untuk memberikan visualisasi konsep gerak parabola secara nyata, menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih interaktif dan memudahkan pemahaman mahasiswa. Keunggulan alat ini terletak pada kemampuannya untuk memberikan pemahaman visual yang kuat tentang gerak parabola, memfasilitasi pengukuran langsung terkait waktu, jarak, dan tinggi yang dicapai proyektil. Meskipun bermanfaat untuk mengilustrasikan konsep dasar gerak parabola, alat ini memiliki keterbatasan dalam memperhitungkan berbagai faktor yang memengaruhi gerak nyata, serta keterbatasan dalam variasi yang bisa disimulasikan oleh alat tersebut. Meski demikian, alat peraga ini tetap menjadi sumber belajar yang efektif dalam mendukung pemahaman konsep dasar gerak parabola pada siswa.
Kelompok 2, yang terdiri dari M. Arif Firmansyah dan Ratih Cantika, menghasilkan "Penggaris Berbasis Sensor Ultrasonik dan Aplikasi MQTT." Inovasi ini tidak hanya menggabungkan teknologi sensor ultrasonik tetapi juga mengintegrasikannya dengan aplikasi MQTT untuk memantau dan mengukur jarak dengan presisi.
Adapun latar belakang pemilihan produk dikarenakan Saat ini penggaris basanya digunakan oleh siswa atau anak sekolah untuk melakukan pengukuran, penggaris biasanya digunakan pada praktikum pengukuran dan ralat, kemudian pada alat ini digunakan sensor ultrasonik unruk mengukur jarak atau panjang dari suatu benda dan dapat di tayangkan secara langsunng pada apllikasi secara live.
Sementara itu, Kelompok 3 dengan anggota Desty Ananta Fatma, Fajli Obi, dan Sriwulan Sintia, menciptakan "Smartlamp" yang tidak hanya berfungsi sebagai lampu pintar tetapi juga memiliki berbagai fitur cerdas yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Dosen Muhammad Wahyudi M.Pd menyatakan bahwa proyek-proyek ini tidak hanya selesai setelah pelajaran selesai. Ia memotivasi mahasiswa untuk terus mengembangkan ide-ide inovatif mereka dan memberikan dorongan positif agar mereka terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Setiap alat hasil karya dari setiap kelompok akan diserahkan ke Program Studi sebagai motivasi bagi adik tingkat. Rencananya, karya-karya ini akan dipamerkan pada acara kampus berikutnya untuk memperkenalkan kekreatifan mahasiswa jurusan fisika kepada seluruh komunitas kampus. Harapannya, ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk mengembangkan kemampuan dan potensi kreatif mereka di bidang fisika.
Pada akhir pameran, untuk memberikan apresiasi kepada para mahasiswa Muhammad wahyudi selaku dosen pengampu memberikan penghargaan berupa uang tunai kepada para juara. Adapun yang mendapatkan juara pertama diraih oleh kelompok 2 dengan alat "Penggaris Berbasis Sensor Ultrasonik dan Aplikasi MQTT’’ dengan juara kedua oleh kelompok 1 dengan "Alat Peraga Gerak Parabola Sederhana," dan juara ketiga oleh kelompok 3 dengan "Smartlamp."